6 Daftar Film yang Dilarang Tayang di Dunia

film yang dilarang tayang

Film mengandung adegan sadis dan vulgar bisa masuk kategori film yang dilarang tayang di  dunia? Alias film no sensor.

Padahal, regulasi sensor film sudah berlaku di setiap negara.

Misalnya, di Indonesia ada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1994 perihal Lembaga Sensor Film (LSF), yang isinya tentang penyensoran berupa penelitian dan peninjauan untuk menentukan untuk mendapatkan izin atau tidaknya media film dan reklame kepada umum.

Jadi, gambar, suara, dan media promosi film yang tidak kena sensor, masyarakat dan juga kamu berhak menyuarakan karya kreatif itu tak boleh menjadi tontonan khalayak umum.

Lembaga semacam ini tak hanya di Indonesia, di sejumlah negara lain pun film yang dilarang tayang ada juga beberapa judul.

Kegiatan menonton film itu sungguh asyik, bukan? Apalagi menyaksikannya bareng kawan-kawan atau anggota keluarga.

Akan tetapi, kamu perlu waspada sebab dampak menonton film begitu berbahaya. Misalnya, ceritanya yang menggambarkan adegan kekerasan.

Akibatnya, kian meningkat lah pelaku kejahatan mendapatkan ide kriminalnya dari tayangan film.

Film mengandung unsur rasisme sehingga  berbahaya untuk keberlangsungan hidup bertetangga antarwarga di dunia.

Film menonjolkan adegan pornografi atau adegan vulgar, baik pasangan berbeda maupun sesama jenis.

Jika sudah kecanduan film no sensor, kamu harap waspada ya sebab kelak lebih suka berlama-lama menonton daripada berolah raga, misalnya.

Ingat bahwa adegan apa pun dalam film hanya sekadar adegan atau perilaku semu, tidak 100 persen terjadi di alam nyata.

Untuk bekal sensor mandiri, kamu perlu tahu beberapa urutan film yang dilarang tayang di dunia.

Tidak tertutup kemungkinan semua film itu masih bisa jadi tontonan sampai sekarang ini.

Oleh sebab itu, kamu perlu berhati-hati jika menemukan film terlarang itu karena terlalu vulgar.

6 Daftar Film yang Dilarang Tayang di Dunia

1. Last House On The Left

Film ini rilis pada 30 Agustus 1972. The Last House on the Left  bergenre horor yang kesohor pada warsa 1972.  Wes Craven menjadi sutradara sekaligus penulis skenarionya. Film ini memang sengaja menampilkan adegan porno dan brutal.

Kisahnya tentang beberapa narapidana sadis di penjara. Mereka berkomplot serta bertindak brutal dalam sebuah konser musik.

Korbannya dua orang belia yang hendak menonton konser. Selain menyayat dan memperkosa sang korban, tubuhnya pun rusak tak berbentuk lagi tersebab mendapatkan tindak aniaya kejam dengan senjata tajam.

Senima “gila’ ini  memamerkan adegan psikopat yang mengerikan. Sejak rilis resmi 13 Maret 2009, remake film The Last House on the Left  bisa tayang di seluruh bioskop. Kali ini alur cerita hampir mirip dengan film pertama, tetapi lebih ramah jadi tontonan.

2. The Exorcist

Sejak beredar warsa 26 Desember 1973, film bergenre horor ini ternyata ekranisasi dari novel berjudul sama karya William Peter Blatty yang terbit di Amerika pada 1971.

Karya sinema  garapan sutradara William Friedkin tersebut mendapatkan kecaman sekaligus pujian.

Kecamannya  yakni  mempertontonkan Regan Macneil (pemainnya, Linda Blair)  gadis kecil berusia 12 tahun yang kerasukan iblis.

Lantaran takut, sang ibu, Chris Macneil (Ellen Burstyn) mengungsikan sang anak agar menerima pengobatan dari pendeta Katolik.

Film ini terbilang menodai umat Katolik sebab penggambaran gadis kesurupan yang beradegan masturbasi sembari menggunakan salib.

Meskipun mendapatkan kecamaan, The Exorcist menggondol Piala Oscar pada ajang Academy Award sebagai film dengan Skenario Adaptasi Terbaik serta Tata Suara Terbaik.

Tak hanya itu, sinema horor legendaris ini pun  meraih penghargaan perhelatan Golden Globe untuk kategori yang terbaik, meliputi Artis Pendukung Film Drama, Sutradara  dan juga Skenario Film.

3. The 120 Days of Sodom

Film 120 Days of Sodom atau populer disebut Salo dirilis pada 23 November 1975 di Paris dan 10 Januari 1976 di Italia.

Sutradaranya, Pier Paolo Pasolini. Karya sinema ini merupakan adaptasi dari novel klasik  pada 1785 berjudul sama kreasi dari novelis Marquis yang terbit pada 1904.

120 Days of Sodom perihal penculikan belasan remaja putra dan putri secara berpasangan. Kelompok penculik itu akhirnya menganiaya tanpa ampun pasangan muda-mudi itu selama 120 hari.

Produksi sinema ini sempat tayang pada Festival Film Paris pada 23 November 1975, tetapi justru tersulut kecaman dari para kritikus. Mereka menobatkannya sebagai film tervulgar dan terkejam pada zamannya.

Film ini tak layak tayang karena terlalu vulgar karena mempertontonkan adegan para penculik memotong alat vital korban.

Ada pula adegan yang bikin mual, yakni korban penculikan yang kelaparan, hanya  mendapatkan makanan kue berisi paku dan kotoran manusia.

4. The Da Vinci Code

Film yang resmi tayang secara global pada 19 Mei 2006 . Genrenya misteri dengan garapan sutradara Ron Howard. Da Vinci Code merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karya novelis Dan Brown.

Film sangat kontroversial sehingga masuk kategori sebagai film terlarang menjadi tontonan publik.

Plot ceritanya tentang visualisasi Yesus Kristus dan Maria Magdalena yang menikah dan memiliki keturunan, Tentu saja adegan ini termasuk menodai umat Katolik.

5. A Serbian Film

Filmnya resmi tayang pada 11 Juni 2010. Sutradaranya adalah Srdan Spasojevic yang mengisahkan sosok artis porno yang menderita kesulitan finansial sehingga terpaksa menerima tawaran bermain film ”seni” .

Film ini terhenti penayangannya karena mengampanyekan pedofilia.  Selain itu, film ini juga menyuguhkan adegan vulgar berupa penodaan terhadap anak-anak.

6. Noah

Film yang rilis pada 28 Maret 2014  dengan genre epik religius. Sutradaranya Darren Aronofsky yang memainkan aktor/aktris, antara lain: Russell Crowe, Jennifer Connelly, Douglas Booth, Logan Lerman, dan Emma Watson.

Noah berkisah soal bahaya banjir bah yang kemudian menyapu bersih dunia dan memaksa satu keluarga untuk segera membangun bahtera.

Mereka hendak menyelamatkan diri dengan membawa sepasang satwa piaraan.

Noah adalah cerita adaptasi bersumberkan kisah Nabi Nuh. Namun film ini justru terkena kecaman sebagian masyarakat dunia, termasuk Indonesia.

Banyak tokoh menyebut film Nuh sudah menodai umat beragama. Mereka menilai film ini banyak menyimpang dari ajaran agama sebenarnya. Selain umat Kristiani dan Katolik, umat Islam pun melarang tayangan sinema ini.

Sebenarnya masih banyak film yang tak boleh tayang di berbagai negara Misalnya, film anak-anak, seperti  prekuel Toy Story Pixar berjudul Lightyear yang menampilkan adegan vulgar kaum homo.

Film lainnya adalah Mighty Morphin Power Rangers. Ini juga tak layak tonton untuk anak-anak.

Pasalnya, film tersebut seolah memopulerkan zat berbahaya, berupa morfin. Film ini baru bisa tayang di beberapa negara pasca pihak produsernya menghapus kata Morphin menjadi cuma Power Rangers.

Film anak-anak yang paling kesohor The Simpsons Movie pun sempat terdampak sensor. The Simpsons Movie terlarang jadi tontonan di sejumlah negara lantaran bisa merusak mental anak-anak.

Sebenarnya film ini bergenre komedi, tapi dalam banyak adegan mempertontonkan visualisasi kekerasan secara vulgar.

Selain tema horor, epik sejarah, dan komedi dalam film yang dilarang tayang di dunia, ternyata semua karya sinema itu masih tersiar melalui saluran streaming.

Terserah kamu, apakah kamu suka atau setuju dengan pelarangan tayangan film tersebut?

Kuncinya, kamu perlu sensor mandiri saat akan menyaksikan film yang sarat mengumbar porno, seks bebas, brutal, dan penghinaan suatu golongan/kaum beragama, atau penghinaan terhadap orang atau negara.

Hati-hati ya.