Film Jepang yang Dilarang Tayang di Indonesia

film jepang yang dilarang tayang

Saking banyaknya produksi film Jepang, ada beberapa judul yang merusak moral. Film Jepang yang dilarang tayang di berbagai negara pun jadi perkara kontroversial, termasuk di Indonesia.

Industri film Jepang berkembang demikian pesat. Tapi saking banyaknya produksi flm Jepang, ada beberapa judul yang merusak moral. Film Jepang yang dilarang tayang di berbagai negara pun jadi perkara kontroversial, termasuk di Indonesia.

Memang, banyak jenis dan tema film, baik film Hollywood, Bollywood, Korea, China, maupun Jepang yang sudah masuk ke Indonesia.  Akan tetapi, semua film impor itu kadang-kadang membawa tema bermasalah yang bisa melanggar moral kepatutan serta tidak sesuai dengan regulasi perfilman yang ada di Indonesia. Misalnya, film Jepang. Ada beberapa yang memuat adegan pornografi, sadisme, brutalisme, dan hal sensitif lainnya.

Semua adegan negatif tersebut jika keseringan jadi tontonan, akan berdampak pada penontonnya. Tidak heran di kehidupan nyata begitu banyak pelaku kejahatan mendapatkan rangsangan kriminalnya dari seringnya  melek film, baik tema pornografi, brutalisme, sadisme, atau rasisme.

Nah, agar kamu lebih waspada, sebaiknya kenali dulu  film Jepang tak boleh tayang di berbagai negara, termasuk Indonesia. Ingat! daftar film ini sangat tak cocok untuk keluarga. Jangan sampai anak-anak menontonnya.!

Film Jepang yang Dilarang Tayang di Indonesia

In the Realm of the Senses

Film ini rilis pada 15 September 1976.  Sinema bergenre drama cinta ini merupakan produksi kolaborasi antara perusahaan Jepang dan Prancis.

Sutradara Nagisa Oshima menggarap film berbahasa Jepang ini. In the Realm of the Senses merupakan adaptasi peristiwa sebenarnya yang terjadi di Jepang pada 1930-an, yakni dokumentasi kehidupan seorang geisha bernama Sada Abe.

Film ini menampilkan aktor/aktris Eiko Matsuda dan Tatsuya Fuji.  Banyak kritikus menilai bahwa In the Realm of the Senses termasuk film Jepang dengan adegan ranjang. Ceritanya  tentang Sada Abe yang mengalami nasib traumatis setelah mengalami perkosaan oleh kawan sekolahnya saat usia 14 tahun. Karena keluarga merasa malu, Abe harus tinggal di rumah geisha.

Abe pun kemudian menjadi geisha profesional, tetapi ’geisha murahan’ yang hanya menawarkan layanan seks. Suatu ketika, Abe berjumpa dengan  seorang pria dan satu-satunya pria yang meluluhkan hatinya. Sayang, pria ini sudah beristri.

Abe pernah hidup berdua selama dua minggu bersama pria ini. Lama-lama cinta Abe makin kuat, tetapi si pria tidak bisa meninggal istri sahnya. Abu menjadi orang yang posesif. Dia kemudian mengajak pria tersebut untuk menemaninya sekamar di sebuah hotel murah.

Setelah adegan ranjang terjadi, si pria tidur pulas. Lalu Abe pun membunuhnya secara sadis. Setelah mati, Abe menggores namanya pada bagian kulit tubuh pria yang penuh darah.

Film sadis yang dilarang tayang di Indonesia ini benar-benar mempertontonkan adegan Abe sedang memotong alat vital pria yang dicintainya. Dia pun menjadi buronan polisi.

 

Guinea Pig

 

Film yang dalam bahasa Jepang berjudul Ginī Piggu ini merupakan film bergenre horor dan produksinya tersedia berseri. Guinea Pig  dirilis pada 30 November 1985. Sutradara dan penulis naskahnya adalah Hideshi Hino. Garapan filmnya  benar-benar mempertontonkan kengerian dan brutalisme.

Banyak kritikus menilai bahwa semua seri film ini tergolong film sadis tak layak tonton. Seri film ini terdiri atas Guinea Pig: Devil’s Experiment (1985),  Guinea Pig 2: Flower of Flesh and Blood (1985), Guinea Pig 3: Shudder! The Man Who Doesn’t Die (1986), Guinea The Guinea Pig: Mermaid in a Manhole (1988), The Guinea Pig 2: Android of Notre Dame(1988), dan Pig 4: Devil Woman Doctor (1988), dan Guinea Pig 7: Slaughter Special.

 

Emperor Tomato Ketchup

 

Sutradara, Shuji Terayama menggarap film Jepang ini. Cuplikan awalnya pernah kesohor pada 1972. Akan tetapi, film tersebut resmi beredar 27 Januari 1996.

Emperor Tomato Ketchup  menyoal sekelompok ABG laki-laki berpakaian militer. Mereka mulai merampas kekuasaan dan memburu orang dewasa di Jepang.

Film Jepang ini mendapat penolakan di seluruh dunia karena mempertontonkan adegan pornografi anak-anak.

 

Battle Royale

 

Battle Royale resmi rilis pada 16 Desember 2000. Film garapan sutradara Kinji Fukasaku ini berkisah tentang para siswa SMP di Jepang yang mendapatkan izin sesuai regulasi negara agar mereka bisa berkompetisi di sebuah pulau bernama Battle Royale.

Pulau tersebut seolah zona bebas tanpa aturan. Siapa kuat, dialah yang menang. Murid SMP ini pergi ke pulau itu agar saling membunuh melalui sebuah games. Di samping adegan brutal, film ini mempertontonkan adegan pornografi.

Yuriko no Aroma

Film ini resmi rilis  pada 28 Februari 2010. Film Jepang yang dilarang tayang ini bergenre drama. Para pelakonnya adalah selebritas muda, seperti Jun Miho, Miyavi Matsunoi, Noriko Eguchi, Noriko Kijima, dan  Shôta Sometani.

Yuriko no Aroma mendapat arahan dari sutradara Yoshida Kota.  Film berdurasi 75 menit ini berkisah tokoh ahli aromaterapii bernama Noriko Eguchi yang berusia 30 tahun. Dia mengalami hal aneh selama hidupnya, yakni hasratnya sering terangsang ketika mencium wangi keringat remaja yang masih sekolah di bangku SMA. ABG laki-laki ini bernama Yuriko.

Secara kebetulan, Yuriko ini  merupakan saudara pemiliki salon tempat Noriko Eguchi kerja. Dengan kerja di salon ini, Eguchi berkesempatan untuk menikmati aroma keringat anak lelaki itu.

Film ini tentu tak boleh beredar di Indonesia sebab tergolong film dengan adegan ranjang, bahkan dalam label film pun tercantum ”Erotic Movie”.

 

Imprint

 

Film ini rilis pada 27 Januari 2006. Bertindak sebagai sutradara film adalah Takashi Miike, salah satu sutradara spesialis film ekstrem. Semua film horor garapan Miike nyaris sama temanya, yakni pertentangan dan  pertumpahan darah.

Film Imprint merupakan seri kelima dari film The Masters of Horror (diproduksi dari 2005-2007). Penulis naskah filmnya adalah Daisuke Tengan. Kemudian film seri ini mendapatkan penolakan hampir di seluruh negara sebab film benar-benar film eksplitasi kesadisan.

Kisahnya tentang Christopher (pria Amerika) yang kepincut Komomo (seorang PSK muda). Beberapa lama kemudian, pria ini berniat memperistri Komomo di Amerika.  Ketika si pria ini hendak menjemput Komomo, wanita muda ini sudah menjadi aset rumah pelacuran dan menjadi objek komersial. Sejak itu, Christoper memulai perjuangan untuk menemukan Komomo.

 

Grotesque

 

Film bergenre horor ini resmi rilis  pada 17 Januari 2009. Naskah film ini  hasil dari penulisan dan penyutradaraan Kōji Shiraishi.

Kisahnya fokus pada seseorang yang memiliki kelainan. Dia menyekap sepasang kekasih, Aki dan Kazuo. Dalam keadaan tidak sadarkan diri, si lelaki penyekap itu menyiksa kedua pasangan ini dengan brutal. Seluruh anggota tubuh pasangan ini dirusak, bahkan sebelumnya, sang pelakunya memperkosa.

Ternyata, penjahat ini melakukan kekerasan fisik hanya untuk merangsang naluri seks. Dia menderita penyakit sadomasokisme atau hasrat seks yang  bermula dengan cara kekerasan terhadap pasangannya.

Sontak, film ini tak boleh tayang di seluruh negara, termasuk di negara kita.

 

Nah, kamu sudah tahu beberapa film Jepang yang dilarang tayang di Indonesia. Semua film tersebut akan menjadi pelajaran buat kamu bahwa sebuah film berkonten tidak layak tonton.

Jadi, sebaiknya kamu menghindarinya  dari list film favoritmu. Iya, dong daripada sehabis menonton film vulgar, pikiran tambah muak, menjauh itu langkah bijak. Masih banyak kok film bermutu yang mampu menghaluskan perasaanmu.

MAU STREAMING VIDEO DENGAN INTERNET LANCAR,
TINGGAL PILIH SAJA, VPN MANTAP ATAU MOOVE VPN,
YANG TERSEDIA DI PLAYSTORE DI BAWAH INI

Google Play

Google Play