Review Film The Sandman. Horor, Fantasi, Superhero Jadi Satu!

The sandman

Review Film The Sandman. Horor, Fantasi, Superhero Jadi Satu! – Menonton film adalah salah satu hiburan yang praktis dan mudah. Tidak perlu lagi pergi ke bioskop, karena saat ini sudah banyak layanan streaming film yang menyediakan berbagai judul film dengan genre yang bervariasi. Salah satunya adalah Netflix. Netflix menjadi salah satu platform streaming paling digandrungi karena selain pilihan filmnya sangat banyak, Netflix juga kerap membuat filmnya sendiri yaitu Netflix Original.

Saat ini, ada sebuah serial yang menduduki posisi pertama di Netflix yaitu The Sandman.  Serial yang bergenre horor, fantasi, dan superhero AS ini diadaptasi dari seri DC Comics pada tahun 90-an dengan judul yang sama.

Tidak jauh berbeda dengan komiknya, The Sandman menceritakan tentang Morpheus / ‘Dream’, sang Sandman tokoh tituler. Morpheus diperankan oleh Tom Sturridge, bersama Boyd Holbrook, Vivienne Acheampong, dan Patton Oswalt sebagai peran pendukung.

Berupaya sejak tahun 1991 untuk mengadaptasi The Sandman ke dalam film namun pengembangannya selalu gagal bahkan selama bertahun-tahun. Dan pada akhirnya The Sandman baru bisa dirilis dan tayang perdana pada 5 Agustus 2022.

Baca Juga:

Sinopsis Film The Sandman

The Sandman menceritakan kisah Morpheus seorang King of ‘Dream’ atau The Sandman. Morpheus merupakan salah satu dari tujuh makhluk yang terkenal sebagai The Endless atau raja dimensi mimpi. Ia bertugas menciptakan mimpi untuk anak anak, dan menjaga mimpi mereka tetap menyenangkan. Morpheus juga menghalangi dan juga membasmi mimpi buruk agar tidak ada mimpi buruk lagi yang dapat mengancam anak-anak.

Tentang Mimpi, Kematian, Kehidupan Kekal, dan Kebinasaan

‘Dream’, “The Sandman” memiliki banyak cerita yang terkandung di dalamnya meski dinaungi oleh satu tema dengan satu protagonis utama. Serial ini memiliki gaya penulisan narasi yang dramatis, seperti dongeng klasik sebelum tidur. Untuk gaya dialog, dibawakan dalam berbagai aksen dan pembawaan sesuai dengan karakter.

Morpheus sebagai karakter non-human memiliki pembawaan yang lebih dramatis. Sementara karakter manusia terlihat lebih hidup dan manusiawi. Tidak hanya menyaksikan petualangan ‘Dream’ dalam mengumpulkan perlengkapannya yang hilang, namun juga eksplorasi kematian dan kehidupan, manusia dengan hasrat dan dosa, hingga kunjungan menegangkan ‘Dream’ di neraka.

Konflik Kompleks Dunia Fantasi

Banyak legenda mitos horor yang bersinggungan dengan ‘Dream’ di sini. Bahkan sang penguasa negara yaitu Lucifer harus tunduk padanya.Dalam silsilah keluarga Constantine, adalah John Constantine yang paling sering kita dengar berkaitan dengan dunia supernatural. Di sini Johana juga ikut membantu ‘Dream’ mendapatkan barang-barangnya. Namun kembali muncul konflik baru saat semua barang terkumpul.

Silsilah keluarga yang sebelumnya hanya dalam dunia fantasi Neil Gaiman, digambarkan secara mengesankan dan juga mengerikan. Kamu bisa melihat Death (Gianni Calchetti) bekerja menjemput nyawa tiap orang dengan begitu ramah. Di sisi lain, Despair (Donna Preston) dan Desire (Mason Alexander Park) begitu cemburu terhadap ‘Dream’. Semua konflik supernatural ini, akan terus mengikat kamu untuk mengikuti jalan cerita lintas waktu dan lintas dunia.

Pola Naskah Variatif dan Dialog Berkualitas

The Sandman merupakan serial baru yang memiliki presentasi episode variatif. Kamu akan menyaksikan banyak perubahan latar waktu dan dimensi sepanjang musim perdana ini. Selalu ada narasi baru yang disajikan dalam beberapa episode.

Satu Fokus Sejuta Unsur

Serial ini akan menampilkan liva-action luar biasa yang akan membuat penonton terpesona dari segi cerita maupun visual. Bahkan bagi orang awal yang sebelumnya tidak mengetahui apapun tentang The Sandman, akan tetap menikmati serial ini.

Review Episode 1-5 Film The Sandman

1. Episode 1: Sleep of the Just

Pada episode ini menceritakan dimana ‘Dream’ yang tertangkap oleh manusia penyihir bernama Roderick Burgess (Charles Dance). Burgess memiliki anak yang telah meninggal dalam peristiwa Perang Dunia I. Karena terbutakan dengan rasa duka yang mendalam membuat Burgess berencana menangkap ‘Death’, sang Dewi Kematian dan memintanya untuk mengembalikan jiwa sang anak agar bisa hidup kembali.

Bukannya berhasil menangkap ‘Death’, ia justru membawa ‘Dream’ dalam kurungannya, ‘Dream’ tentu saja tidak dapat memenuhi keinginan Burgess. Kemudian, keluarga Burgess merebut objek kekuatan milik ‘Dream’ seperti jubah, helmet, kantung pasir, serta batu Ruby.

2. Episode 2: Imperfect Hosts

‘Dream’ berhasil meloloskan diri dari kurungan Roderick Burgess, ‘dan memulai perjalanannya untuk merebut kembali objek kekuatannya yang tersebar di seluruh dunia. ‘Dream’ juga mengunjungi Cain dan Abel di salah satu dunia mimpi untuk meminta fragmen kekuatannya.

Dalam kitab injil Cain dan Abel merupakan pembunuh dan korban pembunuhan pertama. Mereka merupakan salah satu bawahan dari Raja Mimpi yang mengatur mimpi buruk manusia dan digambarkan sebagai kakak beradik yang saling bunuh dalam dunia mimpi.

‘Dream’ perlahan membangun kembali kerajaan mimpinya setelah mendapatkan sedikit kekuatannya dari Cain dan Abel. Ada sang pustakawati kerajaan yang masih setia menjaga perpustakaan kerajaan mimpi. Dalam perpustakaan tersebut, terdapat buku catatan mimpi manusia di seluruh dunia.

3. Episode 3: Dream a Little Dream of Me

‘Dream’ bertemu dengan Johanna Constantine dalam perjalanannya merebut kantung pasir. Kemudia Johanna mengantar ‘Dream’ ke rumah mantan pacar Constantine yang bernama Rachel. Tak disangka, mereka menemukan Rachel dalam keadaan mengenaskan.

Rachel tertidur begitu lama, tanpa makan dan minum, kulitnya juga terlihat pucat karena minim terkena cahaya luar. Karena memegang kantung pasir milik ‘Dream’ yang membuat ia terjebak dalam mimpi indah. Pada akhirnya kantung pasir itu kembali pada ‘Dream’, dan setelah lama terjebak dalam mimpi Rachel pun wafat dengan damai.

4. Episode 4: A Hope in Hell

Ini adalah salah satu episode terfavorit. Pada episode ini digambarkan sosok Lucifer Morningstar sebagai perempuan penguasa alam neraka. Setelah menemukan kantung pasirnya, selanjutnya lokasi helm juga ditemukan. Ternyata yang memegang helm tersebut adalah sosok iblis bernama Choronzon.

‘Dream’ harus memasuki kerajaan neraka yang dikuasai oleh Lucifer Morningstar untuk mencari Choronzon. ‘Dream’ harus berduel dengan Lucifer Untuk merebut helmnya. Duel antara dua penguasa alam yang berbeda ini digambarkan dengan cara yang elegan dan benar-benar membuat merinding.

5. Episode 5: 24/7

Episode 5 ini berfokus pada John Dee (David Thewlis) yang merupakan anak dari Roderick Burgess dan selirnya yang bernama Ethel Cripps (Joely Richardson). John memiliki batu Ruby milik ‘Dream’, batu ini dapat mewujudkan segala mimpi di dunia. Merubah dunia adalah mimpi John, dengan membuat dunia menjadi tempat yang jujur dan tanpa adanya sedikit pun kebohongan.

Kemudian John menguji batu Ruby tersebut ke sebuah restoran makan malam. Dia ingin melihat bagaiman keadaan restoran jika pada malam itu mereka mengatakan hal paling jujur. Seketika episode ini berubah menjadi horor karena seluruh pengunjung restoran malam itu saling bunuh dan menyakiti diri akibat mengutarakan hal paling jujur yang selalu tersimpan dalam sisi gelap diri mereka

Pada episode ini  ada pesan Moral value, yang  secara garis besar adalah betapa miripnya manusia dengan bulan yang memiliki ‘sisi gelap’ yang tidak pernah bisa terlihat dari bumi akibat rotasinya.

Demikian sedikit review tentang film The Sandman. Kamu pasti penasaran bagaimana kelanjutannya.  Silahkan nonton di Netflix bersama orang tercinta. Selama menonton!